Salah Layak Dihargai! Sudah Saatnya Jadi Wakil van Dijk di Liverpool

Ian Rush Dukung Mohamed Salah Jadi Wakil Kapten Liverpool: “Dia Sudah Saatnya Memimpin”
Kepergian Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid bukan hanya kehilangan di sisi teknis, tapi juga menciptakan kekosongan dalam struktur kepemimpinan Liverpool. Namun, legenda klub Ian Rush punya satu nama yang tepat untuk mengisi posisi wakil kapten: Mohamed Salah.
Salah Siap Naik Kelas Jadi Pemimpin
Sejak bergabung pada 2017, Salah bukan cuma mesin gol—dia sudah menjadi ikon global dan figur utama di ruang ganti. Kini, Rush menilai waktunya telah tiba bagi pemain Mesir itu untuk naik level secara struktural.
“Tanpa keraguan, peran dia masih sangat vital,” tegas Ian Rush kepada Liverpool Echo.
“Saya sangat senang saat dia memperpanjang kontrak—itu bukti dia masih ingin membawa klub ini lebih jauh.”
Transformasi Salah: Dari Finisher ke Mentor
Menariknya, Rush juga memuji evolusi gaya bermain Salah. Ia melihat bahwa musim lalu, Salah tak hanya mencetak gol—tapi mulai banyak mendistribusikan bola, menjadi fasilitator, dan memberi ruang bagi pemain muda.
“Dia mulai mengubah permainannya, dan itu menunjukkan kedewasaan dalam bermain,” ujar Rush.
Perubahan ini bukan hanya strategi di lapangan, tapi juga cerminan karakter kepemimpinan: memberi ruang, membimbing, dan mengangkat rekan setim.
Fisik Kuat, Mental Baja
Rush juga menyoroti transformasi fisik Salah, terutama sejak cedera bahu tragis pada final Liga Champions 2018. Menurutnya, kini Salah tampil lebih kokoh, lebih tahan benturan, dan lebih siap menghadapi tekanan musim panjang.
“Sekarang fisiknya sangat kuat, dia tak mudah cedera lagi,” jelas Rush.
Ketahanan inilah yang menurut Rush menjadi nilai tambah penting bagi seorang pemimpin di skuad.
Salah Sebagai Inspirasi Generasi Baru
Bukan cuma statistik dan trofi, Salah juga dikenal sebagai teladan kerja keras.
“Yang paling saya suka dari dia sekarang adalah bagaimana dia membantu para pemain muda,” ucap Rush.
Ia menyebut Salah kerap memberi nasihat, menunjukkan sikap profesional, dan jadi “living proof” bahwa kesuksesan tidak datang instan—tapi hasil dari etos kerja setiap hari.
“Kalau ingin seperti Mo Salah, kamu harus kerja keras setiap hari. Itu kadang tidak terlihat, tapi dampaknya besar,” tambahnya.
Saatnya Salah Jadi Wakil Kapten
Dengan Virgil van Dijk tetap sebagai kapten utama, kursi wakil kapten kini terbuka—dan Rush menilai Salah adalah pilihan paling masuk akal. Pengalaman 7 tahun, status legenda aktif, dan hubungan positif dengan skuad jadi faktor penentu.
“Dia punya pengaruh besar di ruang ganti. Perannya akan memperkuat struktur tim,” kata Rush.
Pramusim Jadi Awal Babak Baru
Salah sudah tampil di pramusim saat Liverpool menghadapi AC Milan, dan dijadwalkan turun lagi kontra Yokohama F. Marinos pada 30 Juli. Ini bisa jadi awalan era baru Salah—bukan cuma sebagai mesin gol, tapi figur pemimpin di lapangan dan di luar lapangan.
Kesimpulan: Salah Tak Lagi Sekadar Superstar
Didukung legenda klub, punya jejak emas di Anfield, dan telah membuktikan mental serta dedikasi—Mohamed Salah kini tak hanya pantas mengenakan ban kapten, tapi membimbing generasi baru Liverpool menuju era berikutnya.