Neymar Geram: “Fans Tak Bisa Seenaknya Menghina Saya!”

Neymar Meradang Dihina Fans, Janji Akan Terus Berjuang untuk Santos
Neymar kembali menjadi pusat perhatian, bukan karena magis di lapangan, melainkan insiden panas dengan pendukungnya sendiri. Usai pertandingan yang penuh tekanan antara Santos dan Internacional, sang bintang turun langsung ke tribun untuk menghadapi seorang penggemar yang diduga menghinanya secara pribadi.
Konflik Emosional di Tengah Frustrasi
Laga yang berakhir dengan kekalahan 2-1 untuk Santos itu menambah daftar penderitaan klub. Mereka kini masuk ke zona degradasi Serie A Brasil. Di penghujung pertandingan, Neymar sempat mencetak gol penyama kedudukan namun dianulir wasit karena bola belum sepenuhnya melewati garis. Keputusan ini memicu reaksi emosional dari penonton — dan dari Neymar sendiri.
Dalam video yang viral, pemain 33 tahun itu terlihat meninggalkan lapangan, naik ke tribun, dan berhadapan langsung dengan seorang fan. Gestur tubuhnya tegas, emosinya terlihat jelas, meski akhirnya ditenangkan dan ditarik mundur oleh rekan setim.
Ungkapan Hati Neymar
Lewat unggahan Instagram, Neymar menyampaikan klarifikasi. Ia membedakan antara kritik konstruktif dengan hinaan personal.
“Saya tidak akan pernah berdebat dengan fans hanya karena performa saya. Mereka bebas mencemooh saya jika bermain buruk,” tulisnya. “Tapi saya tidak akan menerima hinaan pribadi. Itu bukan bagian dari sepak bola.”
Ia menegaskan bahwa tindakannya bukanlah bentuk pembangkangan terhadap fans, melainkan respons emosional terhadap penghinaan yang dianggap melewati batas. Neymar pun mengakui bahwa momen panas di lapangan membuat dirinya sulit mengendalikan perasaan.
Kondisi Santos dan Tekanan di Pundak Neymar
Santos saat ini menempati posisi ke-17 klasemen, hanya berjarak tipis dari degradasi. Sebagai klub bersejarah yang melahirkan legenda seperti Pelé, terjerembab di dasar klasemen adalah aib yang berat.
Neymar sendiri belum mampu tampil optimal sejak kembali. Cedera, masalah kebugaran, hingga insiden handball dan COVID-19 menghantui kiprahnya. Momen kontroversial ini hanya mempertegas tekanan besar yang tengah ia hadapi — baik sebagai pemain utama, ikon klub, maupun ekspektasi publik.
Komitmen Tegas: Pergi Jika Tidak Lagi Dibutuhkan
Dalam pernyataannya, Neymar juga memberikan pesan yang menyiratkan rasa tanggung jawab dan komitmen pribadi terhadap klub masa kecilnya itu.
“Jika suatu hari fans merasa saya tak lagi membantu atau hanya jadi beban, saya sendiri yang akan pergi,” tegasnya. “Tapi selama saya masih sanggup, saya akan berlari, berjuang, bahkan berdebat jika perlu.”
Harapan dan Beban Seorang Idola
Neymar bukan hanya pemain dengan gaji tinggi atau status selebriti global — di Santos, ia adalah simbol harapan. Namun, ekspektasi itu kini berubah jadi tekanan masif, terutama saat klub menghadapi ancaman degradasi. Reaksinya, meski emosional, mencerminkan ketegangan yang dirasakan oleh semua pihak dalam klub.
Kini, semua mata tertuju pada sisa musim: apakah Neymar bisa membalikkan keadaan dan membawa Santos keluar dari zona merah? Ataukah perjalanan emosionalnya di klub masa kecil akan berakhir tragis? Waktu akan menjawab.