Woody Johnson Resmi Jadi Pemegang Saham Baru Crystal Palace, Suntik Dana Segar ke Klub London Selatan
Klub Premier League, Crystal Palace, resmi mengumumkan bahwa Robert Wood “Woody” Johnson—pengusaha asal Amerika Serikat dan salah satu pemilik New York Jets di NFL—telah merampungkan akuisisi saham dari Eagle Football Holdings.
Kesepakatan yang ditandatangani pada 23 Juni lalu ini disebut-sebut bernilai hampir £190 juta (sekitar Rp3,8 triliun), dan memberikan Johnson kendali atas 43% saham klub. Dengan transaksi ini, Johnson bergabung dalam struktur kepemilikan klub bersama Steve Parish (ketua klub), serta dua investor Amerika lainnya, Josh Harris dan David Blitzer.
Jejak Diplomatik dan Komitmen Jangka Panjang
Woody Johnson bukan nama asing dalam konteks hubungan Inggris-Amerika. Ia pernah menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Inggris pada periode 2017–2021, dan mengaku sudah lama memiliki ketertarikan terhadap sepak bola Inggris, khususnya Crystal Palace.
“Crystal Palace adalah klub dengan akar komunitas yang dalam dan semangat lokal yang kuat. Saya mengagumi mereka selama saya tinggal di London sebagai duta besar,” ujar Johnson dalam pernyataan resmi klub.
Ia menambahkan bahwa keterlibatannya bukan sekadar investasi finansial, melainkan bentuk komitmen terhadap perkembangan jangka panjang klub. Johnson menyebut dirinya siap bekerja sama dengan manajemen yang sudah ada untuk membentuk fondasi lebih kuat di Premier League.
Investasi Strategis, Bukan Sekadar Branding
Masuknya Johnson ke dalam struktur kepemilikan Palace juga dinilai sebagai bagian dari strategi ekspansi global kepemilikan olahraga AS ke ranah Premier League. Namun, analis menilai bahwa pendekatan Johnson berbeda dari investor spekulatif.
Dengan pengalaman panjang mengelola franchise olahraga top seperti New York Jets, ia diharapkan membawa pendekatan modern dalam hal pemasaran, pengelolaan aset pemain, serta penguatan merek internasional Palace.
Dampak Langsung ke Operasional Klub
Meski rincian strategi jangka pendek belum diungkap, kehadiran investor baru diyakini akan meningkatkan kapasitas belanja klub di bursa transfer, serta memperkuat proyek pengembangan infrastruktur seperti akademi dan fasilitas latihan.
Ketua klub, Steve Parish, menyambut Johnson sebagai “mitra yang akan membawa perspektif segar dan sumber daya baru untuk mendorong klub naik level.”
Saat ini, Crystal Palace tengah menyusun ulang skuad mereka untuk musim Premier League mendatang di bawah asuhan Oliver Glasner, yang mengambil alih kursi pelatih sejak paruh kedua musim lalu.
Dengan tambahan kekuatan finansial dari Johnson, ekspektasi terhadap ambisi Palace di papan tengah klasemen kini makin meningkat. Apalagi, mereka baru saja mengamankan beberapa pemain muda potensial yang menjadi target banyak klub top Inggris.
Masuknya Johnson menambah daftar pemilik klub Premier League dari Amerika Serikat, mengikuti jejak keluarga Glazer (Manchester United), Fenway Sports Group (Liverpool), dan Todd Boehly (Chelsea).
Namun, dengan gaya manajemen yang relatif low-profile dan track record yang panjang di olahraga profesional, Johnson disebut-sebut bakal menjadi sosok pendukung diam-diam namun strategis di balik layar Palace.