Chicharito Minta Maaf Setelah Dikecam dan Didenda Atas Pernyataan Seksisnya

Javier Hernandez Minta Maaf atas Pernyataan Seksis, FMF Jatuhkan Sanksi Tegas
Kontroversi melibatkan Javier “Chicharito” Hernandez memasuki babak baru setelah sang striker dijatuhi sanksi oleh Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF). Pernyataan yang diunggah Hernandez di media sosial dianggap melanggar nilai kesetaraan gender dan keberagaman yang dijunjung oleh FMF dan Liga MX.
FMF menilai komentar sang pemain sebagai bentuk kekerasan media dan promosi stereotip seksis. Sebagai konsekuensinya, Chicharito dikenai denda finansial serta peringatan keras. Otoritas sepak bola Meksiko menyatakan bahwa sanksi lebih berat siap diterapkan bila insiden serupa terulang.
Isi Pernyataan dan Dampaknya
Dalam videonya, Hernandez mengatakan bahwa perempuan seharusnya “membiarkan diri dibimbing oleh laki-laki”, serta menuduh kaum perempuan “menghapuskan maskulinitas”. Ia juga menyebut masyarakat saat ini telah menjadi “terlalu sensitif” terhadap pandangan feminis.
Pernyataan tersebut menuai kritik luas dari masyarakat dan media. Banyak pihak menilai ucapan itu meremehkan perjuangan kesetaraan gender dan tidak mencerminkan nilai inklusif yang dibutuhkan dalam sepak bola modern. Salah satu suara keras datang dari Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang menyebut komentar Chicharito sebagai mundur dari semangat zaman.
Respons Hernandez: Klarifikasi dan Refleksi
Lewat unggahan di akun pribadinya, Hernandez menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengaku menyesal atas dampak dari kata-katanya dan menyatakan komitmen untuk lebih bijak dalam menyampaikan pandangan.
“Saya sangat menyesalkan kebingungan atau ketidaknyamanan apa pun yang mungkin ditimbulkan. Tidak pernah ada niatan membatasi atau memecah belah,” tulis Hernandez.
Ia menambahkan bahwa ia akan memanfaatkan momen ini untuk belajar, berkembang, dan menjadi versi yang lebih baik dari dirinya, serta menyampaikan pesan untuk selalu bertindak berdasarkan nilai kejujuran dan rasa hormat terhadap sesama.
Karier Chicharito di Ujung Jalan
Polemik ini muncul di saat karier Hernandez tengah berada di senja hari. Setelah kembali ke klub masa kecilnya, Guadalajara, striker berusia 37 tahun itu sedang menjalani babak akhir perjalanan profesionalnya usai tampil di sejumlah klub besar Eropa seperti Manchester United, Real Madrid, Bayer Leverkusen, dan West Ham United.
Meski ia masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Timnas Meksiko, kontroversi ini berpotensi mengganggu reputasi yang telah ia bangun selama dua dekade terakhir.
FMF berharap sanksi ini menjadi sinyal tegas bahwa institusi sepak bola di Meksiko tidak akan mentolerir tindakan atau komentar yang merusak nilai kesetaraan, baik di dalam maupun luar lapangan. Sementara itu, publik menanti bagaimana langkah konkret Chicharito untuk menebus kesalahan dan memperbaiki citranya di hadapan penggemar dan komunitas luas.