Borok Juventus Terkuak! Agen Weah Tunjuk Satu Direktur yang Diduga Jadi Biang Kerok Kekacauan

Konflik Transfer Timothy Weah: Agen Tuduh Direktur Juventus Bertindak karena Dendam Pribadi

Situasi panas mengiringi bursa transfer musim panas 2025 setelah agen Timothy Weah, Badou Sambague, secara terbuka menuding salah satu direktur Juventus sebagai penghambat utama proses kepindahan kliennya ke Olympique Marseille.

 

Kesepakatan Personal Sudah Ada, Tapi Juventus Tak Bergerak

Weah dikabarkan telah mencapai kesepakatan personal dengan Marseille, klub Ligue 1 yang kini dilatih Roberto De Zerbi. Namun, Juventus belum memberi respon konkret terhadap pendekatan resmi klub Prancis tersebut. Padahal, dari sisi pemain dan pelatih Marseille, segala persyaratan personal disebut telah terpenuhi.

Sambague mengklaim bahwa kebuntuan ini tidak terjadi secara alami, melainkan disebabkan oleh satu sosok internal Juventus yang memegang kendali atas nasib transfer pemain.

 

Akar Masalah: Penolakan Pindah ke Nottingham Forest

Menurut Sambague, konflik bermula sejak Juni 2025, saat Weah menolak pindah ke Nottingham Forest. Keputusan ini rupanya menimbulkan rasa kecewa pada sang direktur, yang kini dituding menggunakan posisinya untuk membalas dendam secara personal.

“Orang ini merusak Piala Dunia Antarklub dengan mencoba memaksanya pergi ke tempat yang dia inginkan. Hari ini, karena dendam, dia menuntut bayaran selangit dan menunggu tawaran dari Premier League yang tidak akan pernah datang,” ujar Sambague kepada RMC Sport.

 

Hanya Satu Direktur Jadi Masalah

Meski menyebut Juventus sebagai klub hebat dengan manajemen olahraga yang umumnya profesional, Sambague menyoroti bahwa hanya satu dari tiga direktur yang ia anggap menjadi sumber kekacauan.

“Dua orang mencoba mencari solusi, satu orang menciptakan masalah. Kami tidak akan tinggal diam menghadapi tindakan tidak sportif seperti ini,” tegasnya.

 

Harga Transfer Dinilai Tak Masuk Akal

Sambague menyebut sang direktur kini memasang harga yang tidak rasional untuk Weah, dengan harapan akan ada klub Premier League yang tergoda. Namun, menurutnya, skenario itu tidak realistis karena tidak ada minat konkret dari Inggris saat ini, dan Weah sudah menolak opsi tersebut sebelumnya.

Ia menganggap strategi ini tidak hanya merugikan pemain, tapi juga merusak reputasi Juventus sebagai klub dengan standar etika tinggi.

 

Peringatan Terbuka: Agen Tidak Akan Diam

Pernyataan Sambague tidak berhenti di situ. Ia menyampaikan peringatan keras bahwa metode lawas dan permainan kekuasaan seperti ini tidak akan dibiarkan begitu saja.

“Diam berarti menerima ketidakadilan dan penghinaan terhadap profesionalisme. Saya tidak terbiasa bersuara, tetapi sekarang saya harus,” tuturnya.

 

Potensi Eskalasi Konflik

Situasi ini berpotensi menjadi preseden buruk dalam hubungan antara Juventus dan perwakilan pemain di masa depan. Jika klub tidak segera menanggapi dengan pendekatan terbuka, Weah kemungkinan akan tetap terjebak di Turin tanpa kejelasan, padahal sang pemain siap mencari tantangan baru bersama De Zerbi.