Mau Rekrut Grealish? Pikirkan Dulu Risiko dan Tanda Tanya Besarnya

Jack Grealish di Persimpangan Karier: Dari Penonton di Etihad ke Harapan Baru di Napoli?

 

Musim 2024/25 tampaknya menjadi titik nadir dalam perjalanan Jack Grealish di Manchester City. Dari pemain yang memecahkan rekor transfer £100 juta menjadi hanya cadangan mewah yang tersingkir dari skema Pep Guardiola. Dan kini, sebuah babak baru mulai dibuka—kemungkinan transfer ke Napoli yang bisa menjadi penyelamat kariernya.

Statistik yang Mengkhawatirkan

Grealish bukan sekadar kehilangan tempat di tim utama. Ia tidak dipilih untuk Piala Dunia Antarklub, sebuah sinyal tegas bahwa perannya di City mulai menghilang. Statistiknya memperkuat narasi ini:

  • 1 gol dan 2 assist dari 21 laga

  • Hanya 8 kali starter, total menit bermain: 805

  • Akurasi tembakan hanya 6,7%

  • Hanya 19 duel satu lawan satu sepanjang musim, dibandingkan 274 saat musim 2022/23

  • 5 tekel sukses dari 9 percobaan—angka yang sangat minim untuk seorang gelandang modern

Meski akurasi umpannya masih impresif (91%), itu tidak cukup untuk menyelamatkan posisinya di tim yang penuh bintang dan haus trofi.

 

Karisma Tak Menangkap Poin

Grealish masih menjadi figur publik yang disukai karena keasliannya. Ia membumi, jujur, dan tidak terbungkus polesan PR seperti banyak pemain modern. Namun sepak bola adalah bisnis hasil, bukan simpati. Dan tahun ini, Grealish tidak memberi dampak nyata di lapangan.

Jika performanya tak kunjung membaik, statusnya akan tergelincir lebih dalam: dari ekspektasi superstar ke label “transfer gagal”.

 

Napoli dan Kesempatan Reborn

 

Kabar terbaru menyebut bahwa Napoli mendekat untuk mengamankan jasanya. Bagi Grealish, ini bisa menjadi:

  • Panggung baru tanpa bayang-bayang Guardiola

  • Liga yang lebih taktis dan terbuka untuk pemain flamboyan

  • Kesempatan menarik kembali perhatian Thomas Tuchel, yang mungkin masih mencari elemen kejutan untuk timnas Inggris menjelang Piala Dunia 2026

Namun Napoli juga bukan tempat untuk “liburan karier”. Mereka adalah klub dengan tekanan tinggi dari fans, media, dan ekspektasi Serie A yang makin kompetitif.

 

Harga Diri dan Harga Pasar

 

Dari nilai £100 juta, kini Grealish mungkin hanya akan laku seperlimanya. Tapi yang lebih krusial bukan nilai uangnya — melainkan nilai kompetitifnya.

Apakah ia masih lapar? Apakah ia masih ingin menjadi sorotan karena skill, bukan gaya rambut dan meme pasca-pesta?

 

Langkah Selanjutnya: Bangkit atau Tenggelam

 

Jika ingin dipanggil kembali ke timnas Inggris, Grealish harus menciptakan ulang dirinya. Musim 2025/26 adalah waktu kritis. Ia bisa:

  • Menjadi penentu di Serie A

  • Membangun ulang karier internasional

  • Membungkam kritik lewat kerja keras, bukan nostalgia

Atau…

Ia bisa melanjutkan perannya sebagai penghangat bangku dan hidup dari highlight masa lalu — sebuah akhir yang menyedihkan untuk talenta sebesar itu.

 

Kesimpulan:

 

Jack Grealish kini berada di ujung tanduk. Ia punya nama, pengalaman, dan peluang kedua. Tapi waktu tidak akan selalu berpihak. Jika Napoli benar-benar datang, itu bukan sekadar transfer—itu adalah perang terakhirnya untuk relevansi.

Apakah ia akan melawan… atau menghilang dalam ingatan singkat sepak bola modern? Kita akan segera tahu.