Mahal di Atas Kertas, Belum Terbukti di Lapangan: Cerita Joao Felix

Joao Felix Kembali ke Benfica: Saatnya Bangkit Tanpa Sorotan
Joao Felix akhirnya kembali ke Benfica, klub yang membesarkan namanya. Tidak lagi dengan euforia besar atau sambutan gegap gempita, kepulangannya kali ini terasa lebih sederhana — tapi bisa jadi lebih bermakna.
Pemain asal Portugal itu akan dibeli seharga 20 juta euro untuk 50% hak ekonominya. Jika Benfica kelak memutuskan menebus seluruh hak milik dari Atletico, total biaya transfer Felix sepanjang kariernya bisa menembus angka fantastis 236 juta euro. Sebuah angka besar untuk pemain yang belum benar-benar menemukan konsistensi.
Karier Felix memang berliku sejak dilepas Benfica ke Atletico Madrid pada 2019 seharga 127 juta euro. Di sana, ia kesulitan memenuhi ekspektasi, mencetak 34 gol dan 18 assist dalam 131 laga — angka yang dianggap terlalu rendah jika dibandingkan label harganya.
Kesempatan Datang, Tapi Tak Pernah Bertahan Lama
Felix sempat dipinjamkan ke Chelsea, Barcelona, hingga AC Milan. Di masing-masing klub, ia memperlihatkan kilasan kualitas — tapi tak pernah menjadi pilar utama.
Di Chelsea: 11 gol dan 2 assist dalam 40 pertandingan.
Di Barcelona: 10 gol dan 6 assist dari 44 laga.
Di Milan: hanya 3 gol dan 1 assist dari 21 penampilan.
Setiap kali pindah, harapan sempat tumbuh, tapi ujungnya tetap sama: penurunan performa dan hilangnya tempat di starting XI.
Tekanan Harga Tinggi dan Cedera
Sejak awal, Felix selalu dibebani ekspektasi tinggi akibat nilai transfernya. Tapi faktor cedera, khususnya pada pergelangan kaki, juga membuatnya kehilangan momentum penting dalam dua musim awal di Atletico.
Produktivitasnya menurun tajam dibanding musim 2018/2019 di Benfica, di mana ia mencetak 20 gol dan 11 assist hanya dalam 43 laga.
Benfica, Rumah untuk Pulih dan Bangkit
Kini, kepulangannya ke Benfica bisa menjadi momen pemulihan. Di tempat yang telah mengenalnya sejak awal, Felix bisa bermain tanpa tekanan luar biasa. Ia tidak harus menjadi poster boy, hanya cukup fokus pada satu hal: menemukan kembali permainan terbaiknya.
Bagi Benfica, ini bukan sekadar nostalgia. Jika Felix berhasil menemukan kembali sentuhannya, klub bisa mendapatkan aset berharga baik dari sisi teknis maupun ekonomi.
Mungkin ini bukan cerita pemain gagal — tapi kisah tentang seseorang yang terlalu cepat diorbitkan, lalu tersesat dalam ekspektasi dan valuasi.
Jika semua berjalan sesuai rencana, Benfica bisa menjadi titik balik bagi Felix. Tidak ada lagi harga 100 juta euro di pundaknya. Tidak ada lagi sorotan besar. Hanya sepak bola, dan kesempatan kedua.